Rabu, 27 April 2016

Pulang

Tadi pagi mood saya tidak begitu bagus. Sebab utamanya adalah bangun siang, sebab pendukungnya adalah pas ngaca ternyata ada bekas bantal sprei di wajah. Bikin saya kelihatan tambah tua. Kau tahu, ketuaan itu adalah salah satu derita manusia? Kita menua, sementara dunia begitu-begitu saja.

 Tapi ketika saya membaca sebuah blog, lalu saya buka halaman si blogger itu, lalu, saya menemukan nama saya di pojok kiri, eh, kanan (Maklum, dyslexic). Blog ini belum mati, masih ada catatan di sini. Betapa bahagianya saya. Betapa tidak, beberapa blog saya buat, selang seberapa waktu saya tinggalkan karena sebab yang tidak jelas. Hari ini begitu berbeda, saya merasa seperti menemukan catatan kelahiran yang hilang.

 Eh, mbok ayu (Sekarang kerap dipanggil Mbok Dek) kemana aja selama ini?

 Saya sibuk bekerja. Saya tahu jawaban ini sangatlah mainstream, seolah mencari alasan dan tidak masuk akal. Tapi begitulah yang terjadi. Saya bekerja, dan sibuk bersosialiasi. Saking sibuknya dengan segala kegiatan tersebut, saya lupa diri saya. Saya lupa cara menulis, kata-kata hanya singgah, tak mau menetap di kepala saya, seperti cinta satu malam. Saya menyesal.

 Lalu, apa rencana saya?

 Saya ingin kembali. Pulang ke kata-kata, berumah di kata-kata. Menjalin asmara lagi dengan kata-kata. Saya ingin menjadi ibu dari kata-kata. Bukanlah segalanya berawal dari kata-kata.
Kata. Kata. Kata. Kata.


AW