Sayangku, jangan lama-lama mencinta:
Demikian lama aku mencinta
hingga ditinggalkan jaman
sebagaimana lagu-lagu tua
Sepanjang masa muda kita
tak pernah tahu dan peduli
pikiran mereka dan lain-lainnya
kita begitu utuh, menyeluruh
Namun, O, sesaat ia berubah
O, jangan lama-lama mencinta
atau kau akan ditinggalkan jaman
seperti lagu-lagu tua
(W.B. YEATS)
W.B. Yeats (1865-1939) adalah salah satu figur penyair terkemuka pada abad 20 dan tidak diragukan lagi Ia adalah penyair terbesar Irlandia yang pernah ada. Tercatat sebagai pemenang Nobel Sastra pada tahun 1923.
Puisi inilah yang membuat saya mendadak jatuh cinta pada Yeats dan mencoba mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Indonesia. Tidak begitu istimewa memang namun di kedalaman hati saya, paling tidak inilah saya tangkap dari lautan puisi Yeats yang dalam. Yeats jatuh cinta pada usia 40 tahun setelah mengalami patah hati kepada cintanya yang terdahulu. Apakah karena ia masih dihantui cinta masa lalu dan mengabaikan dirinya selama bertahun-tahun sampai akhirnya bertemu dengan cinta baru? Ternyata cinta bisa datang kapan saja. Puisinya akan tetap di kenang seperti halnya lagu-lagu tua.
Sabtu, 06 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar