Kamis, 04 November 2010

Nelayan Tunggal

untuk Asrul

awan-awan yang mengagumkan
melewati bulan yang sudah biasanya
demikian: -- ditinggalkan sendirian –

sambil menangkap pandang-pandang penuh
serkumpul dalam jaring malam benderang
pandang jenuh oleh dahaga hampa

bulan, bila dunia telah sunyi
tak ada manusianya lagi, untuk siapa
kemilau tubuh langsat diusap awan

awan pun mulau minggir, kau terjerat
antara ranting, tergelincir, dan tenggelam
oleh nelayan tertangkap, bersama ikan
putih-putih dihela ke darat

pantai telah bersih, nelayan hendak pulang
segera, tak ada yang tertinggal lagi
o ya bulan, dengan gerak ramah (hampir
tertinggal menggelepar) dipungut,
dilempar kembali

(Toeti Heraty)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar