untuk Asrul
awan-awan yang mengagumkan
melewati bulan yang sudah biasanya
demikian: -- ditinggalkan sendirian –
sambil menangkap pandang-pandang penuh
serkumpul dalam jaring malam benderang
pandang jenuh oleh dahaga hampa
bulan, bila dunia telah sunyi
tak ada manusianya lagi, untuk siapa
kemilau tubuh langsat diusap awan
awan pun mulau minggir, kau terjerat
antara ranting, tergelincir, dan tenggelam
oleh nelayan tertangkap, bersama ikan
putih-putih dihela ke darat
pantai telah bersih, nelayan hendak pulang
segera, tak ada yang tertinggal lagi
o ya bulan, dengan gerak ramah (hampir
tertinggal menggelepar) dipungut,
dilempar kembali
(Toeti Heraty)
Kamis, 04 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar